Berbagai pengobatan untuk penyakit, seperti penyakit jantung koroner, bisa diiringi dengan konsumsi makanan di sekitar Anda. Beberapa nutrisi makanan tersebut, dapat Anda cari di pusat perbelanjaan terdekat, walau pengobatan medis masih menjadi langkah utama.
Penyakit jantung koroner dapat terjadi apabila pembuluh darah utama atau arteri, yang mengalirkan menuju jantung, mengalami gangguan akibat peradangan dan kolesterol. Gangguan tersebut membuat pembuluh darah, yang kaya dengan oksigen dan nutrisi penting ini, mengalami penyumbatan. Tersumbatnya arteri koroner tersebut, mengakibatkan berkurangnya darah yang masuk ke jantung.
Beberapa nutrisi dan makanan untuk pengobatan jantung koroner yang alami
Nutrisi seperti omega-3, fitosterol, vitamin D, dipercaya memiliki khasiat dalam pengobatan jantung koroner, maupun menjaga kesehatan jantung Anda secara menyeluruh. Beberapa nutrisi berikut ini mungkin juga bisa Anda peroleh dalam bentuk suplemen. Namun sebelum mengonsumsinya, berkonsultasilah dengan dokter.
Omega-3
Asam lemak baik ini dipercaya ampuh dalam mengobati peradangan, yang menjadi salah satu pemicu berbagai penyakit jantung. Selain itu, omega-3 juga mampu menurunkan tekanan darah, mengurangi kadar trigliserida, dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Anda dapat mengonsumsi ikan salmon maupun ikan kembung, untuk mendapatkan nutrisi omega-3. Beberapa makanan lain seperti kedelai dan minyak kedelai, kenari dan minyak kenari, serta minyak biji rami, juga mengandung asam lemak tersebut.
Fitosterol
Fitosterol, atau sterol tumbuhan, merupakan senyawa yang hanya ditemukan di tanaman, dan menjadi lawan dari kolesterol jahat. Zat ini dapat ditemukan di kacang-kacangan, polong-polongan, serta sereal gandum.
Vitamin D
Beberapa penelitian menyebutkan, rendahnya konsumsi vitamin D, meningkatkan risiko Anda terkena penyakit jantung. Vitamin D terdapat dalam berbagai makanan sehat, maupun suplemen. Walau begitu, penting untuk diingat bahwa Anda harus selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen.
Beberapa sumber vitamin D adalah udang, susu, telur, salmon jenis chinook, dan tuna.
Vitamin K2
Vitamin K dipercaya mengurangi potensi kematian karena penyakit jantung, bagi orang yang berisiko tinggi terkena penyakit ini. Vitamin ini dapat mencegah penumpukan kalsium di pembuluh arteri dan pembuluh darah lain. Makanan yang bersumber dari hewan, seperti kuning telur, keju, daging, dan susu sapi, memiliki kandungan tinggi vitamin K.
Ragi beras merah
Ragi beras merah membantu Anda dalam menurunkan kolesterol. Selain itu, makanan ini juga dipercaya mampu mengurangi pertumbuhan sel kanker.
Bawang putih
Ilmuwan percaya bahwa kandungan alisin dalam bawang putih, berperan menjaga pembuluh darah tetap fleksibel, dan melancarkan aliran darah. Selain itu, bawang putih juga dipercaya membantu menurunkan kolesterol, tekanan darah, dan mengurangi peradangan.
Perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat, tetap menjadi kunci utama untuk pengobatan jantung koroner secara alami. Mengubah kebiasaan hidup ini, dapat membantu menyehatkan pembuluh arteri Anda. Anda disarankan menjalani gaya hidup sehat berikut ini, untuk menjauhkan diri dari penyakit jantung koroner.
Berhenti merokok
Mungkin Anda sudah sering mendengar hal ini. Rokok memang menjadi pemicu utama penyakit jantung, termasuk jantung koroner. Perokok memiliki kemungkinan dua hingga empat kali lipat, untuk terkena penyakit jantung koroner.
Konsumsi makanan yang sehat
Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan dengan kadar garam yang sedikit, rendah gula, serta menjauhi lemak trans. Lemak trans merupakan jenis lemak yang dapat menaikkan kolesterol jahat, dan mungkin terkandung dalam berbagai olahan makanan, seperti pada makanan cepat saji.
Berolahraga secara teratur
Untuk menghindari cedera, berkonsultasilah dengan dokter sebelum Anda memulai olahraga, apabila terdiagnosis penyakit jantung koroner.
Mengurangi stres
Hubungan penyakit jantung dengan kondisi mental, termasuk stres, bersifat dua arah. Penyakit jantung dapat memicu gangguan mental, begitu pula sebaliknya.
Penting diingat, mendapatkan bantuan medis dari dokter adalah langkah terbaik dalam untuk pengobatan jantung koroner. Dokter mungkin merekomendasikan penggunaan obat-obatan, seperti obat penghambat beta (beta-blockers), nitrogliserin, obat penghambat kanal kalsium, dan obat penghambat enzim pengubah angiotensin.
Tindakan pembedahan mungkin akan ditawarkan, untuk beberapa kasus jantung koroner. Jenis pembedahan tersebut yakni pembedahan dengan laser, pembedahan bypass jantung, serta pembedahan angioplasti. Pembedahan dilakukan, untuk membuka pembuluh arteri yang mengalami penyumbatan.
Bagaimanapun juga, pengobatan jantung koroner secara alami sifatnya hanya melengkapi tindakan medis dari dokter, untuk memulihkan kondisi Anda. Sebelum Anda mengonsumsi suplemen herbal dalam bentuk apapun, diskusikan dengan dokter, untuk menghindari efek samping yang buruk bagi tubuh. (Sumber : sehatq.com)
Jantung Koroner
Jumat, 24 Januari 2020
Makanan Ini Menurunkan Risiko Sakit Jantung
Pilih makanan rendah lemak atau rendah karbohidrat? Mentega atau margarin? Minyak alpukat atau minyak kelapa?
Di tengah begitu banyaknya artikel tentang perkembangan riset gizi, kita jadi sulit mengetahui mana makanan berlemak yang harus kita makan, serta seberapa banyak kita boleh memakannya.
Saat ini, penyakit kardiovaskular (CVD) adalah penyebab nomor satu kematian secara global. Sebanyak 80% penyakit kronis bisa diredakan dengan diet sehat, hidup tanpa rokok, menjaga berat badan, dan berolahraga teratur.
Dalam menjalani diet sehat, memusatkan perhatian pada nutrien tunggal memang mudah. Ini membantu kita dalam mencegah kekurangan nutrien (contohnya, vitamin C dan skorbut).
Tapi cara itu tidak cukup ampuh sebagai strategi menghindari penyakit kronis. Jika bicara soal lemak, yang harus kita perhatikan adalah pola makan.
Lemak dan penyakit kardiovaskular
Ada banyak penelitian tentang hubungan lemak jenuh (yang terdapat dalam mentega, kulit ayam, produk peternakan, dsb.) terhadap jantung. Tetapi hasilnya kerap bertolak belakang satu sama lain.
Ada yang mengatakan, lemak jenuh tidak ada hubungannya dengan CVD. Namun penelitian ini tidak memperhitungkan nutrien apa yang menggantikan lemak jenuh. Ada pula yang mengatakan risiko CVD bervariasi tergantung pada nutrisi apa yang menggantikan lemak jenuh.
Lemak terbaik untuk tubuh kita berasal dari ikan, kacang-kacangan, minyak, dan biji-bijian sehat. Author provided Jika Anda memakan lemak trans—yang terkandung di donat, gorengan, minyak terhidrogenasi parsial dan shortening minyak sayur, risiko CVD Anda meningkat dibandingkan makan lemak jenuh.
Tetapi jika Anda makan lemak tak jenuh—kacang-kacangan, biji-bijian, ikan, serta minyak yang cair pada suhu ruangan, terutama polyunsaturated fat seperti minyak sayur—maka risiko CVD Anda berkurang dibandingkan makan lemak jenuh.
Risiko penyakit jantung akibat memakan lemak jenuh kira-kira sama dengan risiko akibat gula atau tepung rafinasi (beras putih, roti putih, dan sereal olahan).
Minyak kelapa atau minyak zaitun?
Penggunaan minyak kelapa sebagai pengganti mentega, minyak zaitun dan minyak kanola, belum diteliti efeknya terhadap CVD. Dampak minyak kelapa terhadap risiko penyakit jantung tetap tidak diketahui.
Yang kita tahu adalah minyak kelapa meningkatkan beberapa faktor risiko CVD karena meningkatkan kolesterol, ketimbang polyunsaturated fat (dalam minyak sayur, kacang-kacangan, biji-bijian dan ikan) yang menurunkan kolesterol.
Di sisi lain, minyak zaitun terbukti mengurangi penyakit kardiovaskular ketika dikonsumsi sebagai bagian dari “pola makan predimed” (PDP), yang dijelaskan di bawah ini. Karena itulah lebih penting mencermati pola makanan ketimbang masing-masing lemak.
Makanan berasal dari tanaman adalah yang terbaik
Ada bukti kuat bahwa pola makan Mediterania mengurangi penyakit kardiovaskular. Diet ini mengonsumsi makanan yang berasal dari tanaman—sayur-sayuran, buah, biji-bijian utuh, dan minyak zaitun—plus ikan dan minum anggur secukupnya. Daging, mentega, krim, minuman manis dan kue panggang dimakan terbatas.
Para pria penderita penyakit jantung, dalam Lyon Diet Heart Study, dilaporkan mengalami penurunan 30 persen dalam serangan jantung sekunder, setelah menjalani diet Mediterania.
Para peserta yang mengikuti diet “predimed” (Prevención con Dieta Mediterránea atau Pencegahan dengan Makanan Mediterania) mengalami 30% penurunan dalam pencegahan primer CVD.
Kedua diet ini mirip, dan sama-sama mengandung lemak dari kacang-kacangan atau minyak zaitun yang tinggi.
Masyarakat yang terkenal berumur panjang dan jarang terkena penyakit jantung antara lain Sardinia di Italia, Icaria di Yunani, Okinawa di Jepang, dan Loma Linda di California. Terkenal dengan sebutan “zona biru” mereka semuanya menjalani gaya hidup sehat dan diet vegetarian.
Makanan pokok mereka adalah sayur-mayur dan buah-buahan, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan serta bisa menyertakan ikan. Daging dikonsumsi hanya pada kesempatan tertentu.
Kios pasar ikan tradisional penuh dengan ikan segar—di sebuah pasar di Sardinia. (Shutterstock) Ketika dipadukan dengan olahraga intensif, pola makan berbasis tanaman lain yang dijalankan dalam Lifestyle Heart Trial memperlihatkan pembalikan penyakit jantung. Ini adalah makanan vegetarian dengan lemak sangat rendah (lemak hanya merupakan 10% dari total kalori) yang terdiri atas sayur-mayur, buah, biji-bijian utuh dan legum dengan sedikit produk olahan susu non-lemak.
Dalam pola-pola makan tersebut, kandungan lemak berkisar dari 10% hingga 40% dari total kalori. Ini menunjukkan, makanan dengan kadar lemak rendah maupun makanan dengan kadar lemak tinggi menurunkan risiko CVD—jika keduanya berasal dari tanaman.
Makanlah sayur-sayuran cruciferous dan buah sitrus
Kita harus makan lima sampai 10 porsi buah-buahan dan sayur-sayuran setiap hari. Penelitian menunjukkan bahwa lima porsi sayur-sayuran dan buah per hari memberi perlindungan dari CVD, tetapi 10 porsi sayur-sayuran dan buah per hari menurunkan risiko penyakit jantung sebanyak 24%.
Satu porsi setara dengan satu buah berukuran sedang, setengah cangkir buah rajangan atau buah beri, seperempat cangkir buah kering, setengah cangkir sayuran dimasak atau mentah dan satu cangkir salad. Sekitar 40% orang Kanada berusia di atas 12 tahun mengonsumsi setidak-tidaknya lima porsi sayur-sayuran dan buah setiap hari.
Sayur-sayuran cruciferous seperti brokoli, kubis, bayam, dan kale—bersama buah-buahan kaya beta-karoten dan sayur seperti tomat, wortel, dan labu memiliki manfaat paling besar. Begitu pula apel, pir, beri, dan buah sitrus seperti jeruk.
Hidangkan biji-bijian utuh dan legum
Kita juga harus makan setidak-tidaknya tiga porsi biji-bijian utuh setiap hari. Penelitian menunjukkan bahwa ini menurunkan risiko CVD sebanyak 19%.
Satu porsi itu berapa? Satu porsi bisa jadi sepotong roti biji-bijian utuh, setengah potong roti pita biji-bijian utuh, satu mangkuk sereal, sepertiga cangkir biji-bijian yang dimasak seperti jelai, bulgur, beras cokelat dan quinoa atau setengah cangkir pasta biji-bijian utuh atau jagung yang dimasak.
Legum juga mengurangi risiko penyakit jantung kita. Penelitian menunjukkan bahwa empat porsi legum setiap pekan menurunkan risiko CVD sebesar 14%.
Setiap pekan kita harus makan tiga sampai empat porsi—kacang hitam (black beans), kacang arab (garbanzo beans), kacang merah (kidney beans), kacang navy, kacang kedelai, miju-miju atau kacang polong kering. Satu porsi sama ukurannya dengan tiga perempat cangkir legum yang dimasak.
Lemak sehat dalam ikan, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak
Kembali ke persoalan lemak. Kita bisa mendapatkan lemak baik yang dibutuhkan tubuh dari ikan, kacang-kacangan, minyak, dan biji-bijian.
Makan ikan setidak-tidaknya dua sampai empat kali sepekan mengurangi risiko CVD sampai 17%, menurut penelitian. Satu porsi ikan terdiri atas tiga ons salmon, makerel, haring, sarden, tuna, halibut dan ikan lain yang dimasak.
Makan setidak-tidaknya tiga porsi kacang-kacangan setiap pekan adalah ide bagus. Cukup seperempat cangkir kacang-kacangan dikonsumsi empat kali setiap pekannya mengurangi CVD sebanyak 24%. Satu porsi kacang-kacangan adalah seperempat cangkir walnut, almond, hazelnut, kacang pecan, kacang mede, kacang tanah, atau kacang pistachio. Atau dua sendok makan kenari alami, kacang mede, atau selai kacang.
Biji-bijian—seperti biji labu, rami, chia, bunga matahari, dan wijen—dan mentega yang terbuat dari wijen dan biji bunga matahari juga menurunkan risiko CVD. Minyak zaitun, minyak kanola, minyak kacang, minyak alpukat, dan minyak kedelai semuanya menurunkan risiko CVD seperti halnya alpukat, yang meningkatkan profil kolesterol Anda.
Nikmati sesering mungkin makanan berbasis tanaman yang alami, minim proses. Makanan jenis ini lebih baik bagi kita. Dan, sebagai bonus—mengonsumsi makanan-makanan itu juga lebih baik bagi lingkungan.
Di tengah begitu banyaknya artikel tentang perkembangan riset gizi, kita jadi sulit mengetahui mana makanan berlemak yang harus kita makan, serta seberapa banyak kita boleh memakannya.
Saat ini, penyakit kardiovaskular (CVD) adalah penyebab nomor satu kematian secara global. Sebanyak 80% penyakit kronis bisa diredakan dengan diet sehat, hidup tanpa rokok, menjaga berat badan, dan berolahraga teratur.
Dalam menjalani diet sehat, memusatkan perhatian pada nutrien tunggal memang mudah. Ini membantu kita dalam mencegah kekurangan nutrien (contohnya, vitamin C dan skorbut).
Tapi cara itu tidak cukup ampuh sebagai strategi menghindari penyakit kronis. Jika bicara soal lemak, yang harus kita perhatikan adalah pola makan.
Lemak dan penyakit kardiovaskular
Ada banyak penelitian tentang hubungan lemak jenuh (yang terdapat dalam mentega, kulit ayam, produk peternakan, dsb.) terhadap jantung. Tetapi hasilnya kerap bertolak belakang satu sama lain.
Ada yang mengatakan, lemak jenuh tidak ada hubungannya dengan CVD. Namun penelitian ini tidak memperhitungkan nutrien apa yang menggantikan lemak jenuh. Ada pula yang mengatakan risiko CVD bervariasi tergantung pada nutrisi apa yang menggantikan lemak jenuh.
Lemak terbaik untuk tubuh kita berasal dari ikan, kacang-kacangan, minyak, dan biji-bijian sehat. Author provided Jika Anda memakan lemak trans—yang terkandung di donat, gorengan, minyak terhidrogenasi parsial dan shortening minyak sayur, risiko CVD Anda meningkat dibandingkan makan lemak jenuh.
Tetapi jika Anda makan lemak tak jenuh—kacang-kacangan, biji-bijian, ikan, serta minyak yang cair pada suhu ruangan, terutama polyunsaturated fat seperti minyak sayur—maka risiko CVD Anda berkurang dibandingkan makan lemak jenuh.
Risiko penyakit jantung akibat memakan lemak jenuh kira-kira sama dengan risiko akibat gula atau tepung rafinasi (beras putih, roti putih, dan sereal olahan).
Minyak kelapa atau minyak zaitun?
Penggunaan minyak kelapa sebagai pengganti mentega, minyak zaitun dan minyak kanola, belum diteliti efeknya terhadap CVD. Dampak minyak kelapa terhadap risiko penyakit jantung tetap tidak diketahui.
Yang kita tahu adalah minyak kelapa meningkatkan beberapa faktor risiko CVD karena meningkatkan kolesterol, ketimbang polyunsaturated fat (dalam minyak sayur, kacang-kacangan, biji-bijian dan ikan) yang menurunkan kolesterol.
Di sisi lain, minyak zaitun terbukti mengurangi penyakit kardiovaskular ketika dikonsumsi sebagai bagian dari “pola makan predimed” (PDP), yang dijelaskan di bawah ini. Karena itulah lebih penting mencermati pola makanan ketimbang masing-masing lemak.
Makanan berasal dari tanaman adalah yang terbaik
Ada bukti kuat bahwa pola makan Mediterania mengurangi penyakit kardiovaskular. Diet ini mengonsumsi makanan yang berasal dari tanaman—sayur-sayuran, buah, biji-bijian utuh, dan minyak zaitun—plus ikan dan minum anggur secukupnya. Daging, mentega, krim, minuman manis dan kue panggang dimakan terbatas.
Para pria penderita penyakit jantung, dalam Lyon Diet Heart Study, dilaporkan mengalami penurunan 30 persen dalam serangan jantung sekunder, setelah menjalani diet Mediterania.
Para peserta yang mengikuti diet “predimed” (Prevención con Dieta Mediterránea atau Pencegahan dengan Makanan Mediterania) mengalami 30% penurunan dalam pencegahan primer CVD.
Kedua diet ini mirip, dan sama-sama mengandung lemak dari kacang-kacangan atau minyak zaitun yang tinggi.
Masyarakat yang terkenal berumur panjang dan jarang terkena penyakit jantung antara lain Sardinia di Italia, Icaria di Yunani, Okinawa di Jepang, dan Loma Linda di California. Terkenal dengan sebutan “zona biru” mereka semuanya menjalani gaya hidup sehat dan diet vegetarian.
Makanan pokok mereka adalah sayur-mayur dan buah-buahan, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan serta bisa menyertakan ikan. Daging dikonsumsi hanya pada kesempatan tertentu.
Kios pasar ikan tradisional penuh dengan ikan segar—di sebuah pasar di Sardinia. (Shutterstock) Ketika dipadukan dengan olahraga intensif, pola makan berbasis tanaman lain yang dijalankan dalam Lifestyle Heart Trial memperlihatkan pembalikan penyakit jantung. Ini adalah makanan vegetarian dengan lemak sangat rendah (lemak hanya merupakan 10% dari total kalori) yang terdiri atas sayur-mayur, buah, biji-bijian utuh dan legum dengan sedikit produk olahan susu non-lemak.
Dalam pola-pola makan tersebut, kandungan lemak berkisar dari 10% hingga 40% dari total kalori. Ini menunjukkan, makanan dengan kadar lemak rendah maupun makanan dengan kadar lemak tinggi menurunkan risiko CVD—jika keduanya berasal dari tanaman.
Makanlah sayur-sayuran cruciferous dan buah sitrus
Kita harus makan lima sampai 10 porsi buah-buahan dan sayur-sayuran setiap hari. Penelitian menunjukkan bahwa lima porsi sayur-sayuran dan buah per hari memberi perlindungan dari CVD, tetapi 10 porsi sayur-sayuran dan buah per hari menurunkan risiko penyakit jantung sebanyak 24%.
Satu porsi setara dengan satu buah berukuran sedang, setengah cangkir buah rajangan atau buah beri, seperempat cangkir buah kering, setengah cangkir sayuran dimasak atau mentah dan satu cangkir salad. Sekitar 40% orang Kanada berusia di atas 12 tahun mengonsumsi setidak-tidaknya lima porsi sayur-sayuran dan buah setiap hari.
Sayur-sayuran cruciferous seperti brokoli, kubis, bayam, dan kale—bersama buah-buahan kaya beta-karoten dan sayur seperti tomat, wortel, dan labu memiliki manfaat paling besar. Begitu pula apel, pir, beri, dan buah sitrus seperti jeruk.
Hidangkan biji-bijian utuh dan legum
Kita juga harus makan setidak-tidaknya tiga porsi biji-bijian utuh setiap hari. Penelitian menunjukkan bahwa ini menurunkan risiko CVD sebanyak 19%.
Satu porsi itu berapa? Satu porsi bisa jadi sepotong roti biji-bijian utuh, setengah potong roti pita biji-bijian utuh, satu mangkuk sereal, sepertiga cangkir biji-bijian yang dimasak seperti jelai, bulgur, beras cokelat dan quinoa atau setengah cangkir pasta biji-bijian utuh atau jagung yang dimasak.
Legum juga mengurangi risiko penyakit jantung kita. Penelitian menunjukkan bahwa empat porsi legum setiap pekan menurunkan risiko CVD sebesar 14%.
Setiap pekan kita harus makan tiga sampai empat porsi—kacang hitam (black beans), kacang arab (garbanzo beans), kacang merah (kidney beans), kacang navy, kacang kedelai, miju-miju atau kacang polong kering. Satu porsi sama ukurannya dengan tiga perempat cangkir legum yang dimasak.
Lemak sehat dalam ikan, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak
Kembali ke persoalan lemak. Kita bisa mendapatkan lemak baik yang dibutuhkan tubuh dari ikan, kacang-kacangan, minyak, dan biji-bijian.
Makan ikan setidak-tidaknya dua sampai empat kali sepekan mengurangi risiko CVD sampai 17%, menurut penelitian. Satu porsi ikan terdiri atas tiga ons salmon, makerel, haring, sarden, tuna, halibut dan ikan lain yang dimasak.
Makan setidak-tidaknya tiga porsi kacang-kacangan setiap pekan adalah ide bagus. Cukup seperempat cangkir kacang-kacangan dikonsumsi empat kali setiap pekannya mengurangi CVD sebanyak 24%. Satu porsi kacang-kacangan adalah seperempat cangkir walnut, almond, hazelnut, kacang pecan, kacang mede, kacang tanah, atau kacang pistachio. Atau dua sendok makan kenari alami, kacang mede, atau selai kacang.
Biji-bijian—seperti biji labu, rami, chia, bunga matahari, dan wijen—dan mentega yang terbuat dari wijen dan biji bunga matahari juga menurunkan risiko CVD. Minyak zaitun, minyak kanola, minyak kacang, minyak alpukat, dan minyak kedelai semuanya menurunkan risiko CVD seperti halnya alpukat, yang meningkatkan profil kolesterol Anda.
Nikmati sesering mungkin makanan berbasis tanaman yang alami, minim proses. Makanan jenis ini lebih baik bagi kita. Dan, sebagai bonus—mengonsumsi makanan-makanan itu juga lebih baik bagi lingkungan.
3 Makanan Ini, Sangat Baik Cegah Sakit Jantung
Pola makan berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung, di samping olahraga yang teratur. Makanan yang tinggi gula, garam, dan lemak jika dikonsumsi terlalu sering bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.
Namun jangan khawatir. Ada beberapa makanan yang bisa menjaga kesehatan jantung. Tiga makanan ini akan memastikan jantung Anda tetap sehat dan risiko serangan jantung berkurang jika dikonsumsi teratur.
Berikut tiga makanan yang baik untuk jantung seperti dilansir dari timesofindia.
1. Telur
Bukan hanya sebagai pembangkit protein, telur juga sangat baik untuk kesehatan jantung. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Heart, mengonsumsi telur tiap hari berkaitan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah.
2. Buah berry
Buah berrry bukan hanya menjadi tambahan yang sangat lezat untuk smoothie harian Anda, tetapi juga baik untuk jantung. Menurut penelitian, asupan harian 1 cangkir (150 gram) blueberry bisa meningkatkan fungsi pembuluh darah.
Hal ini karena blueberry kaya akan antosianin, antioksidan yang membantu mencegah penyakit kardiovaskular.
3. Bayam
Jantung merupakan buah berdaun hijau yang sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung. Bukan hanya sumber vitamin K, bayam juga mengandung nitrat yang keduanya bermanfaat memberikan perlindungan dari penyakit jantung dengan melindungi arteri dan mengurangi tekanan darah. (sumber : suara.com)
Namun jangan khawatir. Ada beberapa makanan yang bisa menjaga kesehatan jantung. Tiga makanan ini akan memastikan jantung Anda tetap sehat dan risiko serangan jantung berkurang jika dikonsumsi teratur.
Berikut tiga makanan yang baik untuk jantung seperti dilansir dari timesofindia.
1. Telur
Bukan hanya sebagai pembangkit protein, telur juga sangat baik untuk kesehatan jantung. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Heart, mengonsumsi telur tiap hari berkaitan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah.
2. Buah berry
Buah berrry bukan hanya menjadi tambahan yang sangat lezat untuk smoothie harian Anda, tetapi juga baik untuk jantung. Menurut penelitian, asupan harian 1 cangkir (150 gram) blueberry bisa meningkatkan fungsi pembuluh darah.
Hal ini karena blueberry kaya akan antosianin, antioksidan yang membantu mencegah penyakit kardiovaskular.
3. Bayam
Jantung merupakan buah berdaun hijau yang sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung. Bukan hanya sumber vitamin K, bayam juga mengandung nitrat yang keduanya bermanfaat memberikan perlindungan dari penyakit jantung dengan melindungi arteri dan mengurangi tekanan darah. (sumber : suara.com)
Makanan Sehat Untuk Jantung
Mengonsumsi makanan sehat untuk jantung dan menjalani pola hidup sehat dapat membuat Anda terhindar dari risiko terkena penyakit jantung dan mengurangi risiko kematian akibat penyakit jantung.
Selain mengonsumsi makanan sehat untuk jantung, yang tidak kalah penting adalah dengan menghindari makanan siap saji dan serba instan. Makanan cepat saji yang kaya akan kolesterol jahat dapat meningkatkan risiko penyumbatan saluran darah yang dapat berujung kepada serangan jantung.
Untuk menghindari risiko terkena penyakit jantung, Anda perlu menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan sehat, olahraga teratur, dan tidak merokok. Hal tersebut dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung hingga 82 persen. Orang berusia 70-90 tahun yang biasa hidup sehat juga dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung sebesar 66 persen.
Kelompok Makanan yang Sehat
Salah satu pola hidup sehat yang dapat Anda jalani adalah mengonsumsi makanan sehat untuk jantung. Lantas, apa saja makanan yang dimaksud?
Untuk menyehatkan jantung dan membantunya bekerja dengan kuat, senyawa fitonutrien yang terdapat pada sayur dan buah bisa bermanfaat. Senyawa ini membantu melindungi tumbuhan dari kuman, jamur, dan hama pengganggu. Sedangkan bagi manusia, senyawa ini dapat membantu tubuh bekerja dengan baik.
Berikut beberapa makanan yang mengandung fitonutrien.
Kacang
Perbanyak makan kacang, misalnya kacang merah, hingga tiga cangkir seminggu. Selain kaya akan fitonutrien yang baik untuk jantung, kacang-kacangan juga kaya akan kandungan serat dan air yang membuat Anda cepat kenyang. Hal ini dapat mencegah Anda mengonsumsi lebih banyak kalori. Di samping itu, kacang-kacangan juga kaya antioksidan yang berperan mencegah kerusakan sel akibat paparan radikal bebas sebagai penyebab kanker, penyakit Parkinson, dan Alzheimer.
Biji-bijian utuh
Mengonsumsi biji-bijian utuh seperti gandum, beras merah, atau jagung sebagai sumber utama karbohidrat, dapat menurunkan risiko terkena berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, diabetes, beberapa jenis kanker, dan obesitas. Hal ini karena biji-bijian tersebut mengandung protein, serat, antioksidan, vitamin B, dan mineral. Mineral yang dimaksud adalah zat besi, zinc, dan magnesium.
Apel
Mengonsumsi 1-2 apel per hari diyakini dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Apel efektif mengurangi kolesterol jahat dalam tubuh dan membantu mengatur gula darah. Hal ini karena selain mengandung fitonutrien, apel juga mengandung senyawa lain yang baik untuk jantung, yaitu epicatechin. Zat ini adalah senyawa yang kaya akan antioksidan dan dapat membantu mengurangi tekanan darah.
Bawang putih
Bawang putih diketahui tidak memengaruhi tekanan darah, sehingga dapat sering dikonsumsi. Bawang putih juga dapat menggantikan garam untuk menambah rasa gurih pada makanan. Hal ini baik untuk kesehatan jantung, karena makin banyak konsumsi garam akan makin tinggi risiko terkena tekanan darah tinggi, yang dapat memicu penyakit jantung dan stroke.
Anggur
Manfaat anggur diduga berpotensi mencegah penyakit jantung dan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Ini karena buah anggur mengandung serat dan flavonoid yang baik untuk mencegah kerusakan jantung.
Buah beri
Ragam buah beri seperti bluberi, stroberi, rasberi, dan blackberry dapat dijadikan camilan sehat. Buah beri yang kaya akan serat dan antioksidan diduga mampu mengurangi peluang terjadinya serangan jantung. Selain itu, rasa manis dalam buah beri tidak memicu diabetes. Meski demikian, penelitian mengenai efek buah beri dalam melindungi kesehatan jantung masih perlu dikaji lebih lanjut.
Teh Hijau
Berdasarkan hasil penelitian, mereka yang meminum lebih dari lima cangkir teh hijau dalam sehari memiliki risiko sekitar 25 persen lebih rendah mengalami kematian akibat serangan jantung dan stroke. Namun, berhati-hatilah dalam mengonsumsi teh hijau. Minum lebih dari lima cangkir teh hijau tiap hari dapat meningkatkan risiko terkena penyakit batu ginjal. Oleh karena itu, jika mengonsumsi banyak teh hijau, perbanyak juga konsumsi air putih agar terhindar dari dehidrasi dan agar sistem kemih tetap lancar.
Selain mengonsumsi makanan sehat untuk jantung, sebaiknya batasi asupan garam tidak lebih dari 5-6 gram per hari atau setara dengan 2000-2400 mg sodium (natrium) per hari. Sedangkan bagi orang yang memiliki risiko penyakit jantung, konsumsi sodium maksimal adalah 1.500 mg.
Anda juga perlu olahraga secara rutin dan hindari merokok agar tubuh sehat dan jantung senantiasa kuat memompa darah ke seluruh tubuh dengan baik. (alodokter.com)
Selain mengonsumsi makanan sehat untuk jantung, yang tidak kalah penting adalah dengan menghindari makanan siap saji dan serba instan. Makanan cepat saji yang kaya akan kolesterol jahat dapat meningkatkan risiko penyumbatan saluran darah yang dapat berujung kepada serangan jantung.
Untuk menghindari risiko terkena penyakit jantung, Anda perlu menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan sehat, olahraga teratur, dan tidak merokok. Hal tersebut dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung hingga 82 persen. Orang berusia 70-90 tahun yang biasa hidup sehat juga dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung sebesar 66 persen.
Kelompok Makanan yang Sehat
Salah satu pola hidup sehat yang dapat Anda jalani adalah mengonsumsi makanan sehat untuk jantung. Lantas, apa saja makanan yang dimaksud?
Untuk menyehatkan jantung dan membantunya bekerja dengan kuat, senyawa fitonutrien yang terdapat pada sayur dan buah bisa bermanfaat. Senyawa ini membantu melindungi tumbuhan dari kuman, jamur, dan hama pengganggu. Sedangkan bagi manusia, senyawa ini dapat membantu tubuh bekerja dengan baik.
Berikut beberapa makanan yang mengandung fitonutrien.
Kacang
Perbanyak makan kacang, misalnya kacang merah, hingga tiga cangkir seminggu. Selain kaya akan fitonutrien yang baik untuk jantung, kacang-kacangan juga kaya akan kandungan serat dan air yang membuat Anda cepat kenyang. Hal ini dapat mencegah Anda mengonsumsi lebih banyak kalori. Di samping itu, kacang-kacangan juga kaya antioksidan yang berperan mencegah kerusakan sel akibat paparan radikal bebas sebagai penyebab kanker, penyakit Parkinson, dan Alzheimer.
Biji-bijian utuh
Mengonsumsi biji-bijian utuh seperti gandum, beras merah, atau jagung sebagai sumber utama karbohidrat, dapat menurunkan risiko terkena berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, diabetes, beberapa jenis kanker, dan obesitas. Hal ini karena biji-bijian tersebut mengandung protein, serat, antioksidan, vitamin B, dan mineral. Mineral yang dimaksud adalah zat besi, zinc, dan magnesium.
Apel
Mengonsumsi 1-2 apel per hari diyakini dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Apel efektif mengurangi kolesterol jahat dalam tubuh dan membantu mengatur gula darah. Hal ini karena selain mengandung fitonutrien, apel juga mengandung senyawa lain yang baik untuk jantung, yaitu epicatechin. Zat ini adalah senyawa yang kaya akan antioksidan dan dapat membantu mengurangi tekanan darah.
Bawang putih
Bawang putih diketahui tidak memengaruhi tekanan darah, sehingga dapat sering dikonsumsi. Bawang putih juga dapat menggantikan garam untuk menambah rasa gurih pada makanan. Hal ini baik untuk kesehatan jantung, karena makin banyak konsumsi garam akan makin tinggi risiko terkena tekanan darah tinggi, yang dapat memicu penyakit jantung dan stroke.
Anggur
Manfaat anggur diduga berpotensi mencegah penyakit jantung dan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Ini karena buah anggur mengandung serat dan flavonoid yang baik untuk mencegah kerusakan jantung.
Buah beri
Ragam buah beri seperti bluberi, stroberi, rasberi, dan blackberry dapat dijadikan camilan sehat. Buah beri yang kaya akan serat dan antioksidan diduga mampu mengurangi peluang terjadinya serangan jantung. Selain itu, rasa manis dalam buah beri tidak memicu diabetes. Meski demikian, penelitian mengenai efek buah beri dalam melindungi kesehatan jantung masih perlu dikaji lebih lanjut.
Teh Hijau
Berdasarkan hasil penelitian, mereka yang meminum lebih dari lima cangkir teh hijau dalam sehari memiliki risiko sekitar 25 persen lebih rendah mengalami kematian akibat serangan jantung dan stroke. Namun, berhati-hatilah dalam mengonsumsi teh hijau. Minum lebih dari lima cangkir teh hijau tiap hari dapat meningkatkan risiko terkena penyakit batu ginjal. Oleh karena itu, jika mengonsumsi banyak teh hijau, perbanyak juga konsumsi air putih agar terhindar dari dehidrasi dan agar sistem kemih tetap lancar.
Selain mengonsumsi makanan sehat untuk jantung, sebaiknya batasi asupan garam tidak lebih dari 5-6 gram per hari atau setara dengan 2000-2400 mg sodium (natrium) per hari. Sedangkan bagi orang yang memiliki risiko penyakit jantung, konsumsi sodium maksimal adalah 1.500 mg.
Anda juga perlu olahraga secara rutin dan hindari merokok agar tubuh sehat dan jantung senantiasa kuat memompa darah ke seluruh tubuh dengan baik. (alodokter.com)
7 Makanan Ini Meningkatkan Kesehatan Jantung
Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto pada Rabu (11/9) setelah menjalani perawatan intensif. BJ Habibie ditangani oleh tim dokter dari berbagai bidang keahlian seperti jantung, penyakit dalam, dan ginjal.
Salah satu komplikasi penyakit yang dialami Habibie adalah masalah pada jantung. Habibie juga pernah diketahui mengalami klep jantung bocor. Penyakit jantung seperti yang dialami Habibie, merupakan salah satu penyakit yang mematikan di dunia.
Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang berisiko mengalami penyakit jantung, salah satunya adalah pilihan makanan. Setiap makanan yang dikonsumsi dapat berdampak pada kesehatan jantung. Ada makanan yang berdampak buruk, namun ada sejumlah makanan yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung.
Mengutip berbagai sumber, berikut 7 makanan yang baik untuk kesehatan jantung.
1. Sayuran hijau
Sayuran berdaun hijau seperti bayam, kangkung, sawi, kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan. Sayuran ini merupakan sumber vitamin K yang membantu melindungi arteri dan pembekuan darah.
Sayuran hijau juga terbukti mengandung nitrat yang dapat mengurangi tekanan darah, kekakuan arteri, dan meningkatkan fungsi sel yang melapisi pembuluh darah.
2. Biji-bijian utuh
Dibandingkan dengan biji-bijian olahan, biji-bijian utuh seperti gandum utuh, beras merah, gandum hitam, dan quinoa memiliki serat yang lebih tinggi. Kandungan ini dapat membantu mengurangi kolesterol jahat (LDL) sehingga mengurangi risiko penyakit jantung.
Banyak studi telah membuktikan biji-bijian dan gandum bermanfaat bagi kesehatan jantung. Sebuah analisis dari 45 studi menyimpulkan bahwa makan tiga porsi biji-bijian setiap hari dikaitkan dengan risiko penyakit jantung 22 persen lebih rendah.
3. Buah beri
Aneka buah beri seperti stoberi, blueberi, raspberi mengandung nutrisi yang baik untuk kesehatan jantung.
Buah beri kaya antioksidan seperti anthocyanin, yang dapat melindungi jantung terhadap stres oksidatif dan peradangan. Studi menunjukkan bahwa makan banyak buah beri dapat mengurangi beberapa faktor risiko penyakit jantung.
4. Alpukat
Alpukat merupakan sumber lemak tak jenuh tunggal yang sehat untuk jantung. Konsumsi alpukat dikaitkan dengan penurunan kadar kolesterol dan risiko penyakit jantung yang lebih rendah.
Dikutip dari situs kesehatan Health Line, alpukat kaya kalium yang penting bagi kesehatan jantung. Satu buah alpukat memiliki 975 mg kalium, atau sekitar 28 persen dari kebutuhan kalium per hari.
5. Ikan berlemak
Ikan berlemak seperti salmon, mackerel, sarden dan tuna kaya akan asam lemak omega-3. Asam lemak ini baik untuk menjaga kesehatan jantung. Studi menunjukkan makan salmon tiga kali seminggu dalam delapan pekan dapat menurunkan tekanan darah sistolik secara signifikan.
Penelitian juga menemukan setiap penurunan 3,5 ons atau 100 gram konsumsi ikan mingguan, dikaitkan dengan peningkatan risiko tambahan penyakit jantung sebesar 19 persen, seperti tekanan darah tinggi, diabetes atau obesitas.
6. Kacang kenari
Kacang kenari adalah sumber serat dan mikronutrien seperti magnesium, tembaga, dan mangan. Penelitian menunjukkan makan kacang kenari dapat mengurangi kolesterol LDL hingga 16 persen, mengurangi stres oksidatif dan peradangan.
7. Tomat
Tomat mengandung likopen atau pigmen tumbuhan alami dengan sifat antioksidan yang kuat. Antioksidan ini membantu menetralisir radikal bebas berbahaya.
Studi mendapati kadar likopen yang rendah dalam darah dihubungkan dengan peningkatan risiko serangan jantung dan stroke. Ulasan dari 25 studi juga menyimpulkan asupan makanan kaya likopen dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Konsumsi rutin makanan-makanan ini diharapkan dapat mengurangi risiko penyakit yang berhubungan dengan penyakit jantung seperti yang dialami BJ Habibie.
(Sumber : cnnindonesia.com)
Salah satu komplikasi penyakit yang dialami Habibie adalah masalah pada jantung. Habibie juga pernah diketahui mengalami klep jantung bocor. Penyakit jantung seperti yang dialami Habibie, merupakan salah satu penyakit yang mematikan di dunia.
Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang berisiko mengalami penyakit jantung, salah satunya adalah pilihan makanan. Setiap makanan yang dikonsumsi dapat berdampak pada kesehatan jantung. Ada makanan yang berdampak buruk, namun ada sejumlah makanan yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung.
Mengutip berbagai sumber, berikut 7 makanan yang baik untuk kesehatan jantung.
1. Sayuran hijau
Sayuran berdaun hijau seperti bayam, kangkung, sawi, kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan. Sayuran ini merupakan sumber vitamin K yang membantu melindungi arteri dan pembekuan darah.
Sayuran hijau juga terbukti mengandung nitrat yang dapat mengurangi tekanan darah, kekakuan arteri, dan meningkatkan fungsi sel yang melapisi pembuluh darah.
2. Biji-bijian utuh
Dibandingkan dengan biji-bijian olahan, biji-bijian utuh seperti gandum utuh, beras merah, gandum hitam, dan quinoa memiliki serat yang lebih tinggi. Kandungan ini dapat membantu mengurangi kolesterol jahat (LDL) sehingga mengurangi risiko penyakit jantung.
Banyak studi telah membuktikan biji-bijian dan gandum bermanfaat bagi kesehatan jantung. Sebuah analisis dari 45 studi menyimpulkan bahwa makan tiga porsi biji-bijian setiap hari dikaitkan dengan risiko penyakit jantung 22 persen lebih rendah.
3. Buah beri
Aneka buah beri seperti stoberi, blueberi, raspberi mengandung nutrisi yang baik untuk kesehatan jantung.
Buah beri kaya antioksidan seperti anthocyanin, yang dapat melindungi jantung terhadap stres oksidatif dan peradangan. Studi menunjukkan bahwa makan banyak buah beri dapat mengurangi beberapa faktor risiko penyakit jantung.
4. Alpukat
Alpukat merupakan sumber lemak tak jenuh tunggal yang sehat untuk jantung. Konsumsi alpukat dikaitkan dengan penurunan kadar kolesterol dan risiko penyakit jantung yang lebih rendah.
Dikutip dari situs kesehatan Health Line, alpukat kaya kalium yang penting bagi kesehatan jantung. Satu buah alpukat memiliki 975 mg kalium, atau sekitar 28 persen dari kebutuhan kalium per hari.
5. Ikan berlemak
Ikan berlemak seperti salmon, mackerel, sarden dan tuna kaya akan asam lemak omega-3. Asam lemak ini baik untuk menjaga kesehatan jantung. Studi menunjukkan makan salmon tiga kali seminggu dalam delapan pekan dapat menurunkan tekanan darah sistolik secara signifikan.
Penelitian juga menemukan setiap penurunan 3,5 ons atau 100 gram konsumsi ikan mingguan, dikaitkan dengan peningkatan risiko tambahan penyakit jantung sebesar 19 persen, seperti tekanan darah tinggi, diabetes atau obesitas.
6. Kacang kenari
Kacang kenari adalah sumber serat dan mikronutrien seperti magnesium, tembaga, dan mangan. Penelitian menunjukkan makan kacang kenari dapat mengurangi kolesterol LDL hingga 16 persen, mengurangi stres oksidatif dan peradangan.
7. Tomat
Tomat mengandung likopen atau pigmen tumbuhan alami dengan sifat antioksidan yang kuat. Antioksidan ini membantu menetralisir radikal bebas berbahaya.
Studi mendapati kadar likopen yang rendah dalam darah dihubungkan dengan peningkatan risiko serangan jantung dan stroke. Ulasan dari 25 studi juga menyimpulkan asupan makanan kaya likopen dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Konsumsi rutin makanan-makanan ini diharapkan dapat mengurangi risiko penyakit yang berhubungan dengan penyakit jantung seperti yang dialami BJ Habibie.
(Sumber : cnnindonesia.com)
20 Makanan untuk Kesehatan Jantung Anda
Rempah-rempah
Bila Anda menambahkan rempah-rempah ke masakan Anda sebagai pengganti garam, Anda sudah membuat pilihan tepat untuk jantung. Rempah menambahkan rasa tanpa memberi efek buruk. Menambahkan banyak bumbu non garam adalah cara lezat untuk jantung sehat.
Kacang hitam
Kacang hitam yang lembut penuh dengan nutrisi untuk jantung. Folat, antioksidan, dan magnesium dapat membantu menurunkan tekanan darah. Serat di dalamnya dapat membantu mengontrol kadar kolesterol dan gula darah. Tambahkan kacang pada sup dan salad Anda.
Tips: Bilas kacang kalengan untuk menghilangkan garam berlebih.
Anggur merah dan resveratrol
Bila Anda minum alkohol, sedikit anggur merah mungkin menjadi pilihan yang sehat untuk jantung. Resveratrol dan catechin, dua antioksidan dalam anggur merah, dapat melindungi dinding arteri. Sedikit alkohol juga dapat meningkatkan HDL (kolesterol baik).
Tips: Terlalu banyak alkohol justru buruk untuk jantung Anda. Untuk wanita, jangan konsumsi lebih dari satu gelas sehari, dan maksimal dua gelas untuk pria. Sebaiknya diskusikan dengan dokter Anda terlebih dahulu. Alkohol dapat menyebabkan masalah bagi orang-orang yang mengonsumsi aspirin dan obat lain.
Salmon: Makanan super
Salmon dianggap makanan terbaik untuk kesehatan jantung karena kaya akan omega-3. Omega-3 adalah lemak sehat yang dapat mengurangi risiko gangguan ritme jantung dan menurunkan tekanan darah. Omega-3 mungkin juga bisa menurunkan trigliserida dan mencegah peradangan. Asosiasi Jantung AS merekomendasikan dua porsi salmon atau ikan berminyak lainnya dalam seminggu.
Tips: Panggang salmon dalam aluminium foil beserta rempah dan sayuran. Punya salmon sisa? Buat jadi fish taco atau salad.
Tuna untuk Omega-3
Lebih murah daripada salmon, tuna juga memiliki omega-3. Albacore (tuna putih) memiliki omega-3 lebih banyak dari tuna lainnya. Coba panggang steak tuna dengan dill dan lemon. Dapatkan juga omega-3 dari sumber-sumber lain berikut ini: mackerel, ikan herring, trout, sarden, dan anchovies.
Tips: Pilih tuna yang dikemas dalam air, bukan minyak, untuk menjaganya tetap sehat.
Minyak zaitun
Minyak ini merupakan lemak sehat yang terbuat dari buah zaitun yang dihancurkan. Minyak zaitun kaya antioksidan yang sehat bagi jantung. Ia juga dapat melindungi pembuluh darah Anda. Saat minyak zaitun dipakai untuk menggantikan lemak jenuh, seperti mentega, ia juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Coba gunakan untuk salad dan memasak sayuran, atau dengan roti.
Tips: Untuk rasa paling pas, cari yang cold-pressed dan gunakanlah dalam waktu 6 bulan.
Kenari
Sedikit kenari sehari dapat menurunkan kolesterol Anda. Kacang ini juga dapat melindungi arteri jantung dari peradangan. Kenari penuh dengan omega-3, lemak sehat yang disebut lemak tak jenuh tunggal, dan serat. Anda bisa mendapatkan manfaatnya dengan mengganti lemak jahat seperti yang ada di keripik dan cookies, dengan minyak kenari..
Tip: Gunakan minyak kenari sebagai saus salad.
Almond
Almond cocok dengan sayuran, ikan, ayam, dan makanan penutup. Mereka memiliki sterol, serat, dan lemak yang baik untuk jantung. Almond dapat membantu menurunkan kolesterol “jahat” LDL. Konsumsilah segenggam almond dalam sehari.
Tips: Panggang almond untuk memperkuat rasanya.
Edamame
Anda mungkin sudah pernah melihat kacang ini sebagai hidangan pembuka di restoran Jepang. Edamame adalah kata dalam bahasa Jepang untuk kedelai. Proteinnya dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Secangkir edamame juga memiliki 8 gram serat yang menyehatkan jantung, setara dengan empat potong roti gandum.
Tip: Ambil edamame beku, rebus, lalu sajikan hangat dalam kulitnya.
Tahu
Makanlah tahu dan Anda akan mendapatkan protein vegetarian dalam jumlah besar yang juga kaya akan mineral untuk jantung, serat, dan lemak tak jenuh ganda. Tahu juga dapat menyerap rempah-rempah atau saus yang Anda gunakan untuk memasak.
Tips: Potong tahu, bumbui, kemudian panggang atau tumis, hati-hati jangan terlalu banyak minyak. Tambahkan tahu ke sup untuk protein dengan sedikit lemak.
Ubi jalar
Ganti kentang dengan ubi jalar. Dengan indeks glisemik rendah, ubi tidak akan menyebabkan lonjakan gula darah dengan cepat. Makanan ini juga memiliki serat, vitamin A, dan lycopene.
Tips: Perkuat rasa manis alaminya dengan cara menaburi dengan kayu manis dan air jeruk nipis.
Jeruk
Manis dan juicy, jeruk memiliki serat perctin yang dapat melawan kolesterol.. Buah ini juga memiliki kalium yang membantu mengendalikan tekanan darah. Dalam sebuah studi, 2 cangkir jus jeruk perhari dapat meningkatkan kesehatan pembuluh darah, juga dapat menurunkan tekanan darah pada pria.
Tips: Jeruk ukuran sedang memiliki sekitar 62 kalori dan 3 gram serat.
Swiss Chard
Sayuran berdaun gelap ini kaya akan kalium dan magnesium yang dapat membantu mengontrol tekanan darah. Swiss chard juga memiliki serat yang sehat untuk jantung, vitamin A, dan antioksidan lutein dan zeaxanthin. Coba hidangkan ini dengan daging panggang atau sebagai alas untuk ikan.
Tips: Tumis dengan minyak zaitun dan bawang putih sampai layu. Bumbui dengan rempah dan lada.
Barley
Coba campurkan gandum ini dengan beras. Anda juga dapat menambahkan barley pada sup. Serat dalam barley dapat membantu menurunkan kadar kolesterol sekaligus kadar gula darah.
Tips: Kenali barley Anda. Barley whole grain adalah yang paling tinggi nutrisi. Bubur barley bisa dijadikan sereal atau camilan.
Oatmeal
Semangkuk oatmeal hangat mengisi perut Anda selama berjam-jam, mencegah Anda untuk mengemil, dan membantu menjaga kadar gula darah stabil sepanjang wakt , sehingga berguna bagi penderita diabetes juga. Serat oat dapat menyehatkan jantung Anda dengan menurunkan kolesterol jahat (LDL).
Tips: Ingin membuat pancake, muffin, atau kue lainnya? Ganti sepertiga dari tepung dengan oat.
Flaxseed
Biji berwarna mengkilap seperti madu ini memiliki tiga hal yang baik untuk jantung Anda: serat, fitokimia yang disebut lignan, dan asam lemak omega-3.
Tip: Giling flaxseed untuk nutrisi terbaik. Tambahkan ke sereal, panggangan, yogurt, atau mustard pada sandwich.
Yoghurt rendah lemak
Produk susu identik dengan makanan yang baik untuk tulang. Namun, produk susu juga dapat membantu mengontrol tekanan darah tinggi. Yogurt, misalnya, kaya akan kalsium dan kalium. Untuk benar-benar meningkatkan manfaat kalsiumnya dan mengurangi asupan lemak, pilih yoghurt rendah lemak
Makanan yang diperkaya dengan sterol
Beberapa margarin, susu kedelai, susu almond, dan jus jeruk mengandung sterol dan stanol, zat yang dapat melawan kolesterol. Ekstrak tanaman ini memblokir usus Anda sehingga tak dapat menyerap kolesterol. Mereka juga dapat menurunkan kadar LDL sebesar 10% tanpa merusak kolesterol ‘baik.’
Ceri
Ceri manis, asam, kering, dan jus ceri, semuanya baik untuk Anda. Mereka dipenuhi dengan antioksidan yang disebut anthocyanin dan diyakini dapat membantu melindungi pembuluh darah.
Tips: Taburkan ceri kering ke dalam sereal, adonan muffin, salad, dan nasi.
Blueberry
Blueberry adalah makanan yang penuh nutrisi. Buah ini mengandung anthocyanin, antioksidan yang membantu pembuluh darah. Antioksidan inilah yang memberikan warna biru gelap pada blueberry. Buah ini juga juga memiliki serat dan banyak nutrisi lainnya. Tambahkan blueberry segar pada sereal, pancake, atau yogurt.
Tips: Haluskan blueberry dan jadikan saus manis yang Anda bisa gunakan sebagai celupan atau untu dituangkan di atas makanan manis lainnya.
(Sumber :hellosehat.com)
Bila Anda menambahkan rempah-rempah ke masakan Anda sebagai pengganti garam, Anda sudah membuat pilihan tepat untuk jantung. Rempah menambahkan rasa tanpa memberi efek buruk. Menambahkan banyak bumbu non garam adalah cara lezat untuk jantung sehat.
Kacang hitam
Kacang hitam yang lembut penuh dengan nutrisi untuk jantung. Folat, antioksidan, dan magnesium dapat membantu menurunkan tekanan darah. Serat di dalamnya dapat membantu mengontrol kadar kolesterol dan gula darah. Tambahkan kacang pada sup dan salad Anda.
Tips: Bilas kacang kalengan untuk menghilangkan garam berlebih.
Anggur merah dan resveratrol
Bila Anda minum alkohol, sedikit anggur merah mungkin menjadi pilihan yang sehat untuk jantung. Resveratrol dan catechin, dua antioksidan dalam anggur merah, dapat melindungi dinding arteri. Sedikit alkohol juga dapat meningkatkan HDL (kolesterol baik).
Tips: Terlalu banyak alkohol justru buruk untuk jantung Anda. Untuk wanita, jangan konsumsi lebih dari satu gelas sehari, dan maksimal dua gelas untuk pria. Sebaiknya diskusikan dengan dokter Anda terlebih dahulu. Alkohol dapat menyebabkan masalah bagi orang-orang yang mengonsumsi aspirin dan obat lain.
Salmon: Makanan super
Salmon dianggap makanan terbaik untuk kesehatan jantung karena kaya akan omega-3. Omega-3 adalah lemak sehat yang dapat mengurangi risiko gangguan ritme jantung dan menurunkan tekanan darah. Omega-3 mungkin juga bisa menurunkan trigliserida dan mencegah peradangan. Asosiasi Jantung AS merekomendasikan dua porsi salmon atau ikan berminyak lainnya dalam seminggu.
Tips: Panggang salmon dalam aluminium foil beserta rempah dan sayuran. Punya salmon sisa? Buat jadi fish taco atau salad.
Tuna untuk Omega-3
Lebih murah daripada salmon, tuna juga memiliki omega-3. Albacore (tuna putih) memiliki omega-3 lebih banyak dari tuna lainnya. Coba panggang steak tuna dengan dill dan lemon. Dapatkan juga omega-3 dari sumber-sumber lain berikut ini: mackerel, ikan herring, trout, sarden, dan anchovies.
Tips: Pilih tuna yang dikemas dalam air, bukan minyak, untuk menjaganya tetap sehat.
Minyak zaitun
Minyak ini merupakan lemak sehat yang terbuat dari buah zaitun yang dihancurkan. Minyak zaitun kaya antioksidan yang sehat bagi jantung. Ia juga dapat melindungi pembuluh darah Anda. Saat minyak zaitun dipakai untuk menggantikan lemak jenuh, seperti mentega, ia juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Coba gunakan untuk salad dan memasak sayuran, atau dengan roti.
Tips: Untuk rasa paling pas, cari yang cold-pressed dan gunakanlah dalam waktu 6 bulan.
Kenari
Sedikit kenari sehari dapat menurunkan kolesterol Anda. Kacang ini juga dapat melindungi arteri jantung dari peradangan. Kenari penuh dengan omega-3, lemak sehat yang disebut lemak tak jenuh tunggal, dan serat. Anda bisa mendapatkan manfaatnya dengan mengganti lemak jahat seperti yang ada di keripik dan cookies, dengan minyak kenari..
Tip: Gunakan minyak kenari sebagai saus salad.
Almond
Almond cocok dengan sayuran, ikan, ayam, dan makanan penutup. Mereka memiliki sterol, serat, dan lemak yang baik untuk jantung. Almond dapat membantu menurunkan kolesterol “jahat” LDL. Konsumsilah segenggam almond dalam sehari.
Tips: Panggang almond untuk memperkuat rasanya.
Edamame
Anda mungkin sudah pernah melihat kacang ini sebagai hidangan pembuka di restoran Jepang. Edamame adalah kata dalam bahasa Jepang untuk kedelai. Proteinnya dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Secangkir edamame juga memiliki 8 gram serat yang menyehatkan jantung, setara dengan empat potong roti gandum.
Tip: Ambil edamame beku, rebus, lalu sajikan hangat dalam kulitnya.
Tahu
Makanlah tahu dan Anda akan mendapatkan protein vegetarian dalam jumlah besar yang juga kaya akan mineral untuk jantung, serat, dan lemak tak jenuh ganda. Tahu juga dapat menyerap rempah-rempah atau saus yang Anda gunakan untuk memasak.
Tips: Potong tahu, bumbui, kemudian panggang atau tumis, hati-hati jangan terlalu banyak minyak. Tambahkan tahu ke sup untuk protein dengan sedikit lemak.
Ubi jalar
Ganti kentang dengan ubi jalar. Dengan indeks glisemik rendah, ubi tidak akan menyebabkan lonjakan gula darah dengan cepat. Makanan ini juga memiliki serat, vitamin A, dan lycopene.
Tips: Perkuat rasa manis alaminya dengan cara menaburi dengan kayu manis dan air jeruk nipis.
Jeruk
Manis dan juicy, jeruk memiliki serat perctin yang dapat melawan kolesterol.. Buah ini juga memiliki kalium yang membantu mengendalikan tekanan darah. Dalam sebuah studi, 2 cangkir jus jeruk perhari dapat meningkatkan kesehatan pembuluh darah, juga dapat menurunkan tekanan darah pada pria.
Tips: Jeruk ukuran sedang memiliki sekitar 62 kalori dan 3 gram serat.
Swiss Chard
Sayuran berdaun gelap ini kaya akan kalium dan magnesium yang dapat membantu mengontrol tekanan darah. Swiss chard juga memiliki serat yang sehat untuk jantung, vitamin A, dan antioksidan lutein dan zeaxanthin. Coba hidangkan ini dengan daging panggang atau sebagai alas untuk ikan.
Tips: Tumis dengan minyak zaitun dan bawang putih sampai layu. Bumbui dengan rempah dan lada.
Barley
Coba campurkan gandum ini dengan beras. Anda juga dapat menambahkan barley pada sup. Serat dalam barley dapat membantu menurunkan kadar kolesterol sekaligus kadar gula darah.
Tips: Kenali barley Anda. Barley whole grain adalah yang paling tinggi nutrisi. Bubur barley bisa dijadikan sereal atau camilan.
Oatmeal
Semangkuk oatmeal hangat mengisi perut Anda selama berjam-jam, mencegah Anda untuk mengemil, dan membantu menjaga kadar gula darah stabil sepanjang wakt , sehingga berguna bagi penderita diabetes juga. Serat oat dapat menyehatkan jantung Anda dengan menurunkan kolesterol jahat (LDL).
Tips: Ingin membuat pancake, muffin, atau kue lainnya? Ganti sepertiga dari tepung dengan oat.
Flaxseed
Biji berwarna mengkilap seperti madu ini memiliki tiga hal yang baik untuk jantung Anda: serat, fitokimia yang disebut lignan, dan asam lemak omega-3.
Tip: Giling flaxseed untuk nutrisi terbaik. Tambahkan ke sereal, panggangan, yogurt, atau mustard pada sandwich.
Yoghurt rendah lemak
Produk susu identik dengan makanan yang baik untuk tulang. Namun, produk susu juga dapat membantu mengontrol tekanan darah tinggi. Yogurt, misalnya, kaya akan kalsium dan kalium. Untuk benar-benar meningkatkan manfaat kalsiumnya dan mengurangi asupan lemak, pilih yoghurt rendah lemak
Makanan yang diperkaya dengan sterol
Beberapa margarin, susu kedelai, susu almond, dan jus jeruk mengandung sterol dan stanol, zat yang dapat melawan kolesterol. Ekstrak tanaman ini memblokir usus Anda sehingga tak dapat menyerap kolesterol. Mereka juga dapat menurunkan kadar LDL sebesar 10% tanpa merusak kolesterol ‘baik.’
Ceri
Ceri manis, asam, kering, dan jus ceri, semuanya baik untuk Anda. Mereka dipenuhi dengan antioksidan yang disebut anthocyanin dan diyakini dapat membantu melindungi pembuluh darah.
Tips: Taburkan ceri kering ke dalam sereal, adonan muffin, salad, dan nasi.
Blueberry
Blueberry adalah makanan yang penuh nutrisi. Buah ini mengandung anthocyanin, antioksidan yang membantu pembuluh darah. Antioksidan inilah yang memberikan warna biru gelap pada blueberry. Buah ini juga juga memiliki serat dan banyak nutrisi lainnya. Tambahkan blueberry segar pada sereal, pancake, atau yogurt.
Tips: Haluskan blueberry dan jadikan saus manis yang Anda bisa gunakan sebagai celupan atau untu dituangkan di atas makanan manis lainnya.
(Sumber :hellosehat.com)
Sekitar 2,8 Juta Penduduk Indonesia Idap Sakit Jantung
Orang Indonesia lebih berpotensi mengalami penyakit jantung akibat pola makan dan gaya hidup.
Hal itu dikatakan Wakil Sekretaris Jenderal Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia, dr. Ario Soeryo Kuncoro, SPJP. “Masyarakat Indonesia biasanya malas bergerak," kata dalam diskusi "Lindungi Jantung Anda" yang diselenggarakan oleh Philips Indonesia di Jakarta, Kamis (11/4/2019).
Ia menambahkan, budaya makan orang Indonesia juga sulit diubah. Konsumsi garam misalnya, seharusnya tidak lebih dari 2 gram. "Orang Indonesia minimal mengonsumsi 15 gram per harinya," ungkapnya.
Demikian juga konsumsi gula dan lemak yang seharusnya masing-masing dibatasi 50 gram dan 67 gram.
Orang Indonesia lebih dari angka itu. Asupan gula, garam, dan lemak yang berlebih akan mendorong munculnya penyakit diabetes, obesitas, dan hipertensi, serta dapat berujung pada stroke, jantung koroner, dan gagal ginjal. Seluruh penyakit tersebut saling berkaitan, sehingga dapat memperkuat satu sama lain.
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), angka kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah semakin meningkat dari tahun ke tahun. Setidaknya, 15 dari 1000 orang, atau sekitar 2.784.064 individu di Indonesia menderita penyakit jantung.
Penyakit ini terdapat dikenali dari gejala nyeri pada dada yang menjalar ke lengan kiri saat beraktivitas. Angka ini tidak tersebar merata di seluruh Indonesia, namun lebih sering dijumpai pada individu yang berumur, wanita, memiliki tingkat pendidikan rendah, tidak bekerja, serta tinggal di kawasan perkotaan.
Saat ini, penanggulangan penyakit jantung menghabiskan sebagian besar biaya pelayanan kesehatan penyakit katastrofik yang ditanggung oleh Jaminan Kesehatan Nasional, yakni 52 persen dari total biaya, atau setara dengan 6,7 triliun rupiah.
Sebagai upaya untuk menanggulangi hal ini, pemerintah mulai mendorong berbagai tindakan pencegahan untuk penyakit tidak menular. “Pemerintah saat ini mengupayakan untuk mengubah mindset, dari pemadam kebakaran menjadi pencegah kebakaran”, ujar dr. Asik Surya, MPPM, Kepala Subdirektorat Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah, yang hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut.
Upaya ini antara lain meliputi penguatan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM), penatalaksanaan kasus PTM di puskesmas dan rumah sakit, pendekatan lewat gerakan masyarakat, serta regulasi untuk mencantumkan pesan kesehatan pada produk dengan kadar gula, garam, dan lemak tinggi.
Selain itu, pemerintah juga mengampanyekan perilaku hidup sehat untuk mencegah serangan jantung dengan akronim CERDIK, yang terdiri dari: Cek kesehatan rutin; Enyahkan asap rokok; Rajin aktivitas fisik; Diet seimbang; Istirahat cukup; dan Kelola stres. (Sumber : sains.kompas.com)
Hal itu dikatakan Wakil Sekretaris Jenderal Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia, dr. Ario Soeryo Kuncoro, SPJP. “Masyarakat Indonesia biasanya malas bergerak," kata dalam diskusi "Lindungi Jantung Anda" yang diselenggarakan oleh Philips Indonesia di Jakarta, Kamis (11/4/2019).
Ia menambahkan, budaya makan orang Indonesia juga sulit diubah. Konsumsi garam misalnya, seharusnya tidak lebih dari 2 gram. "Orang Indonesia minimal mengonsumsi 15 gram per harinya," ungkapnya.
Demikian juga konsumsi gula dan lemak yang seharusnya masing-masing dibatasi 50 gram dan 67 gram.
Orang Indonesia lebih dari angka itu. Asupan gula, garam, dan lemak yang berlebih akan mendorong munculnya penyakit diabetes, obesitas, dan hipertensi, serta dapat berujung pada stroke, jantung koroner, dan gagal ginjal. Seluruh penyakit tersebut saling berkaitan, sehingga dapat memperkuat satu sama lain.
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), angka kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah semakin meningkat dari tahun ke tahun. Setidaknya, 15 dari 1000 orang, atau sekitar 2.784.064 individu di Indonesia menderita penyakit jantung.
Penyakit ini terdapat dikenali dari gejala nyeri pada dada yang menjalar ke lengan kiri saat beraktivitas. Angka ini tidak tersebar merata di seluruh Indonesia, namun lebih sering dijumpai pada individu yang berumur, wanita, memiliki tingkat pendidikan rendah, tidak bekerja, serta tinggal di kawasan perkotaan.
Saat ini, penanggulangan penyakit jantung menghabiskan sebagian besar biaya pelayanan kesehatan penyakit katastrofik yang ditanggung oleh Jaminan Kesehatan Nasional, yakni 52 persen dari total biaya, atau setara dengan 6,7 triliun rupiah.
Sebagai upaya untuk menanggulangi hal ini, pemerintah mulai mendorong berbagai tindakan pencegahan untuk penyakit tidak menular. “Pemerintah saat ini mengupayakan untuk mengubah mindset, dari pemadam kebakaran menjadi pencegah kebakaran”, ujar dr. Asik Surya, MPPM, Kepala Subdirektorat Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah, yang hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut.
Upaya ini antara lain meliputi penguatan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM), penatalaksanaan kasus PTM di puskesmas dan rumah sakit, pendekatan lewat gerakan masyarakat, serta regulasi untuk mencantumkan pesan kesehatan pada produk dengan kadar gula, garam, dan lemak tinggi.
Selain itu, pemerintah juga mengampanyekan perilaku hidup sehat untuk mencegah serangan jantung dengan akronim CERDIK, yang terdiri dari: Cek kesehatan rutin; Enyahkan asap rokok; Rajin aktivitas fisik; Diet seimbang; Istirahat cukup; dan Kelola stres. (Sumber : sains.kompas.com)
Langganan:
Komentar (Atom)
Pengobatan Jantung Koroner Secara Alami
Berbagai pengobatan untuk penyakit, seperti penyakit jantung koroner, bisa diiringi dengan konsumsi makanan di sekitar Anda. Beberapa nutris...
-
Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto pada Rabu (11/9) setelah menjalani perawatan intensif. BJ...
-
Orang Indonesia lebih berpotensi mengalami penyakit jantung akibat pola makan dan gaya hidup. Hal itu dikatakan Wakil Sekretaris Jenderal ...
-
Mengonsumsi makanan sehat untuk jantung dan menjalani pola hidup sehat dapat membuat Anda terhindar dari risiko terkena penyakit jantung dan...